Kontroversi Film Cowboys in Paradise Bali

Indonesia di kagetkan dengan beredarnya film dokumenter yang menceritakan tentang kehidupan Gigolo bali, film ini berjudul Cowboys in Paradise di buat oleh warga singapore bernama Amit Virmani diangkat dari kehidupan nyata di pulau dewata. Inspirasi tentang pembuatan video ini di ilhami dari pembicaraan beliau dengan seorang bocah belia yang memiliki cita-cita untuk menjadi penghibur bagi wanita-wanita Jepang, sang sutradara pun mengatakan “Prostitusi dalam berbagai jenis, bukanlah barang baru untuk dijadikan latar belakang pembuatan film

Sang pembuat film memang cukup terilhami dari cerita seorang bocah yang sempat berbicara dengan nya menggunakan bahas Jepang, ia sangat ngotot mempelajari bahasa asing jepang tersebut, pertama sih pembicaraan yang mereka lakukan hanya seputar makanan lezat dari negeri tirai bambu yaitu sushi.

Pembicaraan cukup alot namun karena kemampuan bahasa jepang yang dimiliki amit terbatas ia meminta penjelasan singkat maksud dari sang bocah tersebut, ternyata inti nya sang bocah itu sedang belajar berbahas jepang karena mempunyai cita-cita yang unik yaitu menjadi Gigolo. Begini ungkap sang bocah, “Bila saya besar nanti, saya ingin melayani wanita-wanita Jepang.”.

Nah karena dari pembicaraan tersebut lah amit mempunyai ide untuk membuat film dokumenter yang membahas tentang kehidupan penghibur bagi wanita-wanita di Bali tepatnya di kuta, ia berjudul Cowboys in Paradise. Dalam film tersebut ia mencoba menyampaikan pesan kepada penonton bahwa banyak nya turis asing wanita yang berdatangan bukan karena keindahan alam yang di miliki oleh Bali namun karena tawaran kenikmatan wisata Penghibur bagi wanita-wanita yang di suguhkan para pemuda Coboy disana.

Ia secara tidak langsung menggambarkan keterkejutannya melihat banyak nya turis perempuan di Bali adalah pemakai jasa seks, dan fenomena ini timbul karena tingkat kemiskinan yang ada. Ia mengunkapkan, “Wisata seks untuk perempuan sangat umum di negara miskin dan pantai-pantai populer terutama di Asia Tenggara,” nah secara tidak langsung ia menganggap Bali dalam film nya berjudul Cowboys in Paradise tersebut bahwa Bali adalah salah satu tempat wisata SEKS yang diminati.

Film dokumenter tentang gigolo bali ini memang membuat heboh dan penuh pro kontra, sampai pihak adat di bali sangat menyayangkan sekali beredar nya film tersebut, mereka memprotes apa yang di tayangkan pada video yang di buat oleh Amit itu. Mereka memprotes karena seakan-akan film dokumenter Cowboys in Paradise menyatakan bahwa Bali adalah tempat wisata terindah bagi para turis, bagi mereka hal ini tidak menyampaikan kenyataan yang ada.

Film tersebut menceritakan sepak terjang gigolo alias pria penghibur wanita di Bali. Para pemuda Bali itu digambarkan memang bak para koboi yang menggoda para turis perempuan. Film itu juga menampilkan wawancara dengan salah satu istri gigolo tersebut. Wanita itu mengaku, suaminya kerap membawa turis wanita bule ke rumahnya

dan ini Tarailernya:



Dan menurut info, film yang membuat heboh ini tayang telah tanyang cukup lama di luar negeri, perdana muncul di DMZ Korean International Documentary Festival yang digelar pada 22 Oktober sampai 26 Oktober 2009 lalu. Selain di korea video film Cowboys in Paradise ini juga telah hadir di Singapura pada 28 November sampai 4 Desember 2009 pada acara Asian Festival of First Films.

Sumber: aalil.blogspot.com & chempornet.com


Like Folder