Kulit Jeruk dan Tembakau Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan


Michigan, Siapa bilang tanaman tembakau hanya untuk bikin rokok? Tembakau bisa digunakan sebagai bahan penghasil enzim pemecah kulit jeruk yang kemudian dijadikan bahan bakar ramah lingkungan. Pengalihan tembakau menjadi bahan bakar ini diharapkan bisa mengurangi jumlah perokok.

Ethanol yang diciptakan dari produk limbah jeruk dan campuran tembakau ini lebih ramah lingkungan dan murah dibanding ethanol lainnya yang pernah diproduksi untuk dijadikan bahan bakar.

Ethanol selama ini banyak dihasilkan dari tebu dan jerami serta fermentasi jagung. Tapi menggunakan tebu dan jagung bisa mengurangi kebutuhan akan stok makanan dan membuat harganya menjadi tinggi.

Bahan bakar ethanol dari kulit jeruk dan tembakau ini menjadi bahan bakar alternatif selain bensin. "Produk etanol kali ini bisa jadi bahan bakar kendaraan yang dapat melindungi udara dan lingkungan untuk generasi ke depannya," kata Professor Henry Daniell dan rekannya dari University of Central Florida seperti dilansir Sciencedaily, Senin (22/2/2010).

Percobaan yang didanai oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat ini menggunakan enzim yang berasal dari tanaman yang bisa menghancurkan kulit jeruk dan material lainnya menjadi bentuk gula. Produk gula yang dihasilkan kemudian difermentasi dan akhirnya jadilah ethanol.

Ethanol dari kulit jeruk dan tembakau ini punya kelebihan dibanding jagung. Ethanol yang dihasilkan dari jagung menghasilkan emisi gas yang lebih besar daripada emisi bensin sehingga kurang ramah lingkungan.

Dengan menggunakan etanol berbahan dasar kulit jeruk, emisi gas pun bisa dikurangi bahkan lebih rendah daripada bensin atau listrik.

Menurut Prof Daniell, di Florida limbah kulit jeruk bisa menghasilkan 200 juta galon ethanol tiap tahunnya. Namun sebelum penemuannya yang dimuat dalam Plant Biotechnology Journal ini dipasarkan, studi perlu dianalisis lebih lanjut.

"Keberhasilan Prof Daniell dan rekannya dalam menciptakan kombinasi enzim pemecah dinding sel tanaman menggunakan transgenesis kloroplast adalah pencapaian yang luar biasa," kata Mariam Sticklen dari Michigan State University.

Sebelumnya, Prof Daniell juga pernah mendapat penghargaan karena keberhasilannya mengubah jagung menjadi bahan bakar menggunakan enzim dari perut sapi. Dalam studinya kali ini, Prof Daniell menggunakan kombinasi 10 enzim untuk menghasilkan gula dan akhirnya menjadi bentuk ethanol.

Untuk kulit jeruk, yang lebih dibutuhkan adalah enzim pektinase sementara untuk produk kayu yang dibutuhkan adalah enzim xylanase. Semua enzim yang digunakan berasal dari alam yang diciptakan dari mikroba, yaitu jamur dan bakteri.

Daniell kemudian melakukan kloning terhadap gen bakteri dan jamur dari produk kayu kemudian memproduksi enzimnya menggunakan tanaman tembakau. Memproduksi enzim dengan cara ini bisa mengurangi biaya produksi ribuan kali lipatnya sehingga harga ethanol yang dihasilkan pun bisa lebih murah.

Tembakau dipilih sebagai tanaman ideal untuk memproduksi enzim karena beberapa alasan. Pertama karena tembakau bukan produk pangan, kedua karena produksinya sangat berlimpah dan ketiga, penggunaan tembakau sebagai bahan penghasil enzim bisa mengurangi produksi rokok dan jumlah perokok.

Like Folder